Sabtu, 01 Agustus 2015

Sayangilah orang tua Anda

Tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, meskipun itu ibu saya.

Saya bukanlah orang yang sabar. Tapi, kami putuskan juga berangkat ke pusat perbelanjaan tersebut. Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita. Dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah, gelisah, dan ibu mulai frustasi.

Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu mencoba satu stel gaun biru yang cantik, terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya. Dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian. Biar semuanya cepat beres. Saya melih at bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.

Ternyata, Tuhan..., tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi. Dan ibu dia tidak dapat menalikan gaun itu. Seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang begitu dalam kepadanya. Dada saya sesak, napas aya panas. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari. Saya terisak.

Setelah mendapatkan ketenangan, saya kembali masuk ke kamar ganti, dan menahan tangis melihat gemetar tangan ibu, membantunya mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya.

Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut, dan ter bayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Tangan yang gemetar....

Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya. Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya.... Dan yang membuatnya terkejut.

Saya mengatakan pada ibu, kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.

Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri, keindahan tangan Ibu....  

Allahswt, yesus,bunda maria,Buddha menyertai Anda .....

Salam jack chanz 张家豪ketua groupbeetalk neraka avici

Anda juga bisa ikuti halaman FB Kami cukup ketik pencarian di FB neraka avici.

几年前,当我母亲参观了,她问我和他一起去逛街,因为他需要一个新的装扮。其实我不喜欢去与其他人一起逛街,即使是我的母亲。

我不是一个有耐心的人。但是,我们决定也去商场。我们参观每家商店提供的妇女的衣服。和我的母亲试图礼服后,穿着和恢复一切。随着日子一天天过去,我开始厌倦,烦躁不安,和母亲感到沮丧。

最后,在我们访问的最后一个店,母亲尝试了新的一套华丽的蓝色连衣裙,由三股。在她的上衣那种绳子在颈部的边缘发现。因为我的不耐烦和,所以这个时候我走了进来,站在我的母亲在更衣室里。让这一切很快整理出来。我在melih她怎么尝试的衣服,并试图困难绑鞋带。

显然,上帝......,双手已经开始由关节炎致残。和她的母亲绑不住的礼服。我的急躁情绪立即被怜悯感取代了如此之深了他。我胸闷,呼吸热绫。我转过身去,并试图隐藏出来了没有我知道它的泪水。我抽泣着。

越来越冷静后,我回到更衣室,并握手,以防止哭泣的母亲看到,帮她扎礼服。这身行头是如此的美丽,母亲买了它。

我们的购物之旅结束了,但事件刻,不能从我的记忆遗忘。在整个一天的休息,我的脑海里不停,而在更衣室里我妈妈的手,和之三影子试图绑她的上衣回来了。颤抖的手....

两手都充满了爱,从未喂我,我洗澡,穿衣,爱抚和拥抱我,首先,为我祈祷,现在手已经触及我的心脏的方式,大多数的印象在我的心脏。当天下午,我去了我母亲的房间,拉着她的手,吻了一下....这让他大吃一惊。

我说给母亲,双手是最美丽的世界手中。我很感谢上帝让我能够看到用新的眼光,多么的宝贵和珍贵牺牲的爱一个母亲。

我只能祈祷有一天我的手,我的心脏将有它自己的美丽,母亲的双手美女....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar